ARIFINCELLULAR.COM®

ROXY SQUARE LT GROUND BLOK B9 NO.9 TLP 021 4451 7115 (OPEN SHOP 11:00 – CLOSE 19:00)

  • MARKETING 1

  • Masukin email kalian,agar bisa selalu mendapat kan update terbaru dari arifin cellular

    Bergabunglah dengan 167 pengikut lainnya

  • follow me

[NEWS TEKNOLOGI] Ilmuwan Kuak Akhir Tragis Mumi yang Tewas Karena Sakit Gigi Diduga tewas akibat infeksi sinus parah akibat gigi berlubang.

Posted by arifincellular pada Oktober 20, 2012


Sekitar 2.100 tahun lalu, saat Mesir diperintah dinasti raja-raja Yunani, seorang pemuda kaya dari Thebes mendekati ajal.

Bertolak belakang dengan usianya yang masih muda, ia kepayahan, diduga menderita infeksi sinus parah akibat gigi berlubang dan penyakit gigi lainnya. Demikian berdasarkan penelitian terbaru pada lubang giginya yang berisi benda aneh.

Hasil CT scan dari jasadnya yang diawetkan menjadi mumi memungkinkan para ilmuwan untuk merekonstruksi secara detil hari-hari terakhir hidupnya.

Pria itu, yang namanya tidak diketahui, berusia 20-an atau awal 30-an memiliki gigi yang bentuknya mengerikan. Ia punya banyak abses atau gigi bernanah yang merupakan komplikasi dari karies gigi, juga lubang di sana-sini. Kondisi itu diduga berujung pada infeksi sinus, yang berpotensi mematikan.

Rasa sakit yang diderita pria muda itu tak bisa digambarkan dengan kata-kata, dan membuatnya pergi ke ahli gigi kala itu.

Pengobatan gigi, dalam versi jauh lebih sederhana, bukan hal baru di Mesir saat itu. Kajian dari catatan kuno menyebut, praktek pengobatan gigi bisa ditelusuri hingga ke masa Piramida Besar dibangun. Sementara, masalah gigi juga sudah jadi hal biasa, kebiasan mengkonsumsi biji-bijian kasar saat itu tak baik untuk gigi.

Kembali ke kondisi pemuda malang itu. Bahkan dokter gigi modern pun akan kesulitan jika menghadapi kasusnya yang parah. Apalagi dokter gigi kuno, pastilah mereka kewalahan. Para peneliti mengatakan, bahkan di saat ini, infeksi yang berkaitan dengan sakit pada gigi menimbulkan risiko kesehatan serius.

Untuk mengatasi sakit pemuda itu, ahli gigi kuno menggunakan cuilan kain linen, yang kemungkinan dicelupkan ke obat seperti jus ara atau minyak cedar. Namun itu sama sekali tak berhasil, hanya dalam hitungan minggu, pemuda itu meninggal. Para peneliti tak bisa memastikan apa penyebab kematiannya, namun infeksi sinus bisa jadi penyebabnya.

Saat jasadnya dimumikan, otak dan organ dalam lainnya dikeluarkan, lalu resin dimasukkan dan tubuhnya di dibungkus dengan segala macam ramuan dan kain linen. Anehnya, petugas pembalsam menyisakan jantungnya tetap berada di tubuh, mungkin sebagai penanda statusnya yang elit.

Setelah dimumikan, ia dimasukkan ke dalam kubur dengan segala macan benda-benda “bekal kubur” yang menandakan statusnya itu. Di mana persisnya tempat ia dikubur di Thebes tidak diketahui, bahkan hingga seorang pengusaha sekaligus politisi James Ferrier pada 1859 membawa muminya ke Montreal, Kanada. Mumi itu akhirnya disimpan di Redpath Museum di McGill University.

  • |
  • Log In
TEKNOLOGI

Ilmuwan Kuak Akhir Tragis Mumi yang Tewas Karena Sakit Gigi

Diduga tewas akibat infeksi sinus parah akibat gigi berlubang.

Kamis, 11 Oktober 2012, 17:48 Elin Yunita Kristanti
 Rekonstruksi gigi mumi Mesir

Rekonstruksi gigi mumi Mesir (LiveScience| CREDIT: International Journal of Paleopathology)

VIVAnews — Sekitar 2.100 tahun lalu, saat Mesir diperintah dinasti raja-raja Yunani, seorang pemuda kaya dari Thebes mendekati ajal.

Bertolak belakang dengan usianya yang masih muda, ia kepayahan, diduga menderita infeksi sinus parah akibat gigi berlubang dan penyakit gigi lainnya. Demikian berdasarkan penelitian terbaru pada lubang giginya yang berisi benda aneh.

Hasil CT scan dari jasadnya yang diawetkan menjadi mumi memungkinkan para ilmuwan untuk merekonstruksi secara detil hari-hari terakhir hidupnya.

Pria itu, yang namanya tidak diketahui, berusia 20-an atau awal 30-an memiliki gigi yang bentuknya mengerikan. Ia punya banyak abses atau gigi bernanah yang merupakan komplikasi dari karies gigi, juga lubang di sana-sini. Kondisi itu diduga berujung pada infeksi sinus, yang berpotensi mematikan.

Rasa sakit yang diderita pria muda itu tak bisa digambarkan dengan kata-kata, dan membuatnya pergi ke ahli gigi kala itu.

Pengobatan gigi, dalam versi jauh lebih sederhana, bukan hal baru di Mesir saat itu. Kajian dari catatan kuno menyebut, praktek pengobatan gigi bisa ditelusuri hingga ke masa Piramida Besar dibangun. Sementara, masalah gigi juga sudah jadi hal biasa, kebiasan mengkonsumsi biji-bijian kasar saat itu tak baik untuk gigi.

Kembali ke kondisi pemuda malang itu. Bahkan dokter gigi modern pun akan kesulitan jika menghadapi kasusnya yang parah. Apalagi dokter gigi kuno, pastilah mereka kewalahan. Para peneliti mengatakan, bahkan di saat ini, infeksi yang berkaitan dengan sakit pada gigi menimbulkan risiko kesehatan serius.

Untuk mengatasi sakit pemuda itu, ahli gigi kuno menggunakan cuilan kain linen, yang kemungkinan dicelupkan ke obat seperti jus ara atau minyak cedar. Namun itu sama sekali tak berhasil, hanya dalam hitungan minggu, pemuda itu meninggal. Para peneliti tak bisa memastikan apa penyebab kematiannya, namun infeksi sinus bisa jadi penyebabnya.

Saat jasadnya dimumikan, otak dan organ dalam lainnya dikeluarkan, lalu resin dimasukkan dan tubuhnya di dibungkus dengan segala macam ramuan dan kain linen. Anehnya, petugas pembalsam menyisakan jantungnya tetap berada di tubuh, mungkin sebagai penanda statusnya yang elit.

Setelah dimumikan, ia dimasukkan ke dalam kubur dengan segala macan benda-benda “bekal kubur” yang menandakan statusnya itu. Di mana persisnya tempat ia dikubur di Thebes tidak diketahui, bahkan hingga seorang pengusaha sekaligus politisi James Ferrier pada 1859 membawa muminya ke Montreal, Kanada. Mumi itu akhirnya disimpan di Redpath Museum di McGill University.

CT scan gigi mumi mesir

Rekonstruksi kisah mumi

Untuk mengetahui akhir hidup mumi tersebut, tim peneliti yang dipimpin Andrew Wade di University of Western Ontario menggunakan CT scan beresolusi tinggi untuk memindai gigi dan tubuhnya. Lalu mereka melaporkan temuannya itu ke International Journal of Paleopathology.

Peneliti mengungkap, ini adalah kali pertamanya penambalan gigi Mesir Kuno diketahui. Tak seperti tambal gigi modern, yang dilakukan saat itu tidak bertujuan untuk menyetabilkan gigi.

“Perawatan gigi, mengisi rongga antara dua gigi dengan pelindung kain, yang sarat obat, adalah contoh unik pengobatan gigi di masa Mesir Kuno,” kata tim dalam jurnal.

Massa linen kecil sebelumnya telah ditemukan selama pemindaian pada pertengahan 1990-an, namun resolusi pemindaian waktu itu terlalu rendah untuk memungkinkan analisis lengkap.

 

jika lama di bls bisa langsung menghubungi 08999996790/081999935899/02198259177

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: